Bagikan:

Judul Film    : Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos Part 1

Sutradara     : Anggy Umbara

Pemain         : Vino G. Bastian, Abimana Aryasatya, Tora Sudiro

Produksi       : Falcon Pictures

Durasi           : 100 menit

“Belakangan sering terjadi kasus begal yang meresahkan warga ibukota, mereka sering mencuri barang berharga seperti sepeda motor, handphone, TV, kulkas, gayung, piring cantik dan perabotan cantik lainnya. Adapun ciri-ciri begal menurut kesaksian korban, mengendarai mobil mewah, berdasi, dan sering mengatasnamakan rakyat, itu adalah ciri-ciri begal uang rakyat”.

Pembacaan berita dari Indro dengan selingan lelucon-lelucon membuka film Warkop DKI Reborn Jangkrik Bos part 1. Film yang mengadopsi cerita dari lembaga swasta bernama Cara Hebat Ikut Penanggulangan Masalah Sosial (CHIPS). Film ini merupakan salah satu karya Warkop DKI tahun 1982 yang bercerita tentang lembaga swasta yang bertugas menyelesaikan permasalahan di masyarakat.

warkop-dki-reborn-inilah-dono-kasino-indro-versi-kekinianDono (Abimana Aryasatya), Kasino (Vino G. Bastian) dan Indro (Tora Sudiro) merupakan anggota dari CHIPS. Alih-alih membantu masyarakat, namun sial dan kerusakanlah yang sering mereka dapat. Mereka dikira maling mangga saat membantu mengambilkan bola dari pohon, sampai ditangkap polisi saat dikira memimpin demo yang akan ditertibkan. Mereka sering mendapat hukuman dari atasan, karena kelakuan mereka yang ceroboh itu.

Di bawah perintah atasan CHIPS, Dono, Kasino, dan Indro mendapatkan misi khusus untuk menangkap begal yang sedang marak akhir-akhir itu. Melihat kecerobohan mereka, maka atasan memberi personil tambahan seorang perempuan cantik bernama Sophie yang merupakan personil dari CHIPS Perancis. Misi tersebut dilaksanakan dengan sedikit persaingan dalam menggoda Sophie.

Namun, kesialan dari tiga personil itu tetap tidak hilang. Salah tangkap orang, merusak warung Pedagang Kaki Lima, dan yang paling parah adalah merusak serta membakar ruang pameran lukisan langka. Atas kejadian tersebut, tiga personil itu dijatuhi hukuman berupa denda delapan miliar rupiah. Apabila mereka tidak mampu membayar, maka mereka akan dipenjara. Uang tak kunjung didapat walaupun mereka sudah berusaha meminjam dari saudara Dono yang kaya raya. Malah uang monopoli yang mereka dapat.

Saat dalam perjalanan pulang menggunakan taksi, terjadi tabrak lari di depan mobil yang mereka kendarai. Pertolongan Dono, Kasino, Indro, dan Sophie ternyata berbuah mujur dengan mendapatkan peta harta karun dari korban tabrak lari yang kemudian meninggal. Bermodal uang penjualan perabot rumah, petualangan mencari harta karun dimulai.

Film ini menjadi angin segar bagi para pecinta Warkop DKI. Humor yang dibalut dengan kritik terhadap pemerintah khas Warkop DKI diangkat kembali dalam film ini. Komedi nampaknya masih menjadi salah satu tempat memberi kritik yang diminati masyarakat, terlebih para anak muda. Kritik yang dibarengi dengan humor lebih mudah dicerna, namun tidak kalah kritisnya dengan yang dimuat media-media cetak atau elektronik.

Film ini memberikan beberapa kritik terhadap pemerintah seperti kasus pembangunan wisma atlit Hambalang yang kasusnya pasang surut, begal uang rakyat yang menyindir para koruptor, sindiran suap-menyuap di pemerintahan serta wanita simpanan oleh pejabat. Semakin banyak film komedi yang disertai dengan kritik akan membantu dalam mengontrol pemerintahan. Di era sekarang kritik untuk mengontrol pemerintah tidak melulu melalui tulisan ataupun aksi. Semua kalangan bisa mengkritik dengan caranya masing-masing. Film komedi ini salah satunya. Alangkah menariknya apabila film-film di Indonesia ke depannya banyak yang seperti ini.

Film ini bisa dimasukkan ke dalam daftar tontonan hiburan. Walaupun menurut saya susah mencari faedah dari isi cerita, lelucon lama Warkop yang kadang terlihat dipaksakan seperti pada lelucon “Nyanyian Kode” serta adegan-adegan dari perempuan seksi yang kurang baik untuk anak-anak. Namun beberapa kekurangan tersebut tidak menutupi sebagian besar lelucon yang bisa menimbulkan gelak tawa. Akting dan penampilan Vino G. Bastian, Abimana Aryasatya dan Tora Sudiro pun merupakan cerminan dari kualitas sebagai Aktor profesional yang jarang mengecewakan para penonton. Jangkrik Bos. (Sirojul Khafid)

Bagikan: