Bagikan:

Himmah Online, Yogyakarta – Kegelisahan dan suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Indonesia (UII) mengingat kasus meninggalnya tiga mahasiswa UII; Muhammad Fadli, Syait Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi setelah mengikuti The Great Camping (TGC) ke-37. Secara resmi juga telah disampaikan oleh Tim Investigasi UII, bahwa memang ada indikasi kekerasan yang dilakukan beberapa oknum Mapala UNISI sehingga mengakibatkan korban jiwa. Kemudian dari 10 peserta yang saat ini tengah dirawat, bertambah 3 peserta lainnya yang juga harus mendapatkan perawatan inap di Jogja International Hospital (JIH).

Informasi mengejutkan lainnya datang dari Harsoyo selaku Rektor UII, yang menyatakan pengunduran diri dari jabatannya kepada awak media saat konferensi pers diadakan di kantor Kopertis Wilayah V Yogyakarta pada tanggal 26 Januari 2017 siang, tepatnya pukul 14.00 WIB. Informasi tersebut menambah daftar berita yang menggegerkan masyarakat khususnya Keluarga Mahasiswa (KM) UII.

Hal itu menuai reaksi yang mendorong lebih dari 100 Mahasiswa UII dan perwakilan alumni berkumpul guna melakukan konsolidasi. Konsolidasi dilakukan pukul 16.00 WIB sesaat setelah rektor mengumumkan penguduran dirinya di Hall Gedung Magister Fakultas Hukum UII Jalan Cik Di Tiro No.1. Hasil konsolidasi menciptakan gerakan solidaritas untuk menolak tegas pengunduran diri Harsoyo dari jabatannya sebagai Rektor UII yang kemudian disusul pengunduran diri Abdul Jamil sebagai Wakil Rektor III UII pada pukul 19.00 WIB.

Konsolidasi ini sendiri merupakan konsolidasi kedua yang diinisiasi oleh Aliansi Solidaritas Mahasiswa UII. Dalam konsolidasi, hadir terlambat ketua serta jajaran Dewan Permusyawaratan Mahasiswa (DPM) UII yang hingga saat itu belum dapat banyak memberikan hasil kerja atau keterangan. Sesuai yang dikatakan oleh Sekretaris Jendral DPM UII, Bayu Ardiansyah, hasil Tim Investigasi yang telah dibentuk memang belum dapat membuahkan hasil yang cukup untuk dibeberkan.

Baca:  Pengharapan

Sebelumnya, konsolidasi pertama sempat dilakukan pada tanggal 25 Januari 2017 guna mendesak DPM UII untuk segera membentuk Tim Investigasi sebagai upaya membantu penyelesaian kasus TGC Mapala ke-37 ini. Namun DPM UII dinilai terlalu lama dalam menyikapi masalah yang tengah terjadi di UII.

Setelah melalui proses diskusi yang rumit dan panjang, gerakan solidaritas tersebut diputuskan untuk membentuk aksi yang mengatasnamakan KM UII dan dipimpin oleh DPM UII. Aksi rencananya akan digelar pada hari Jumat, 27 Januari 2017 setelah melakukan salat Jumat dan salat ghaib berjamaah di Masjid Ulil Albab UII. Lokasi aksi sendiri diselenggarakan di halaman FPSB dengan mengenakan baju serba putih.

Dalam keputusan musyawarah tersebut, mahasiswa yang hadir sepakat bahwa rektor memiliki tanggung jawab atas masalah ini dengan batasan yang ada, yang demikian artinya tidak ada relevansi antara kematian korban dengan kinerja rektor. Sehingga tidak dapat diterima apabila alasan pengunduran diri tersebut dilakukan atas dasar perasaan bersalah dan tanggung jawab.

Mereka percaya bahwa kesalahan yang terjadi berasal dari beberapa oknum dan bukan merupakan beban yang harus ditanggung oleh jajaran rektor UII.

Suasana konsolidasi yang berlangsung selama tujuh jam tersebut bertambah tegang ketika informasi bahwa pengunduran diri juga dilakukan oleh Abdul Jamil selaku Wakil Rektor III UII. Dalam selang waktu satu jam setelah informasi tersebut menyebar, Jamil bersama bidang kemahasiswaan datang menyusul tempat diadakannya konsolidasi mahasiswa UII yang semakin bertambah jumlahnya. Meskipun dirinya datang dengan membenarkan informasi atas pengunduran dirinya, para mahasiswa tetap sepakat melanjutkan rencana aksinya.

Abdul Jamil memperbolehkan aksi dilakukan karena itu hak para mahasiswa selama dalam garis dan batas prosedur. “Tapi dicatat, saya tidak mau kasus ini menjadi kasus konsumtif politik. Saya tidak mau adik-adik diadu domba, mahasiswa jangan diadu domba karena saya tidak rela,” tegas Jamil setelah mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan mahasiswa UII.

Baca:  Menyoroti Aksi Solidaritas #SaverektorUII

Perangkat aksi dari gerakan aksi solidaritas UII ini diketuai oleh Sekretaris Jendral DPM UII, Bayu Ardiansyah. Masing-masing fakultas juga memiliki setiap koordinator yang telah disepakati bersama, antara lain;

Adi Wijaya selaku Koordinator Lapangan Fakultas Ilmu Agama Islam, Zainal Arifindari Fakultas Tekonologi Industri, Hendra Aditya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilyas Bagus dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Gardi Jaladi dari Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Renaldi dari Fakultas Ekonomi, M. Rasyid dari Fakultas Hukum, dan Agung Fadlilah dari Fakultas Kedokteran.

Bantuan relawan juga datang dari internal UII, seperti bidang kebersihan yang dipegang oleh Takmir Masjid Ulil Albab, Tim Medis  oleh tim FK UII, serta Resimen Mahasiswa UII yang akan bertanggung jawab dalam bidang keamanan. (Retyan Sekar N.)

Bagikan: